
Surabaya, wartapoint — Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026-2027, SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) bergerak cepat mematangkan program keagamaan mereka. Para pembina tahfidz sekolah tersebut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembina Tahfidz pada Jumat (10/7/2026).
Rakor yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Ahmad Mujaddid RA, S.H, M.H. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memantapkan program, melakukan evaluasi menyeluruh, sekaligus memompa motivasi guna mendongkrak kualitas hafalan para peserta Kelas Tahfidz Khusus.
Evaluasi Ketat Capaian Satu Tahun Terakhir
Dalam rapat koordinasi tersebut, agenda utama berfokus pada pembahasan capaian hafalan siswa selama satu tahun ke belakang. Setiap pembina secara bergantian menyampaikan laporan perkembangan, kendala di lapangan, hingga strategi pembelajaran yang telah diterapkan di kelas tahfidz.
Pria yang akrab disapa Ustadz Jadid tersebut menjelaskan bahwa rakor kali ini menitikberatkan evaluasi pada tiga aspek utama, yakni ketuntasan target hafalan, efektivitas metode murojaah (pengulangan), dan tingkat kedisiplinan setoran hafalan para santri di kelas tahfidz khusus.
“Evaluasi ini penting agar kita tahu apa yang sudah baik dan apa yang harus diperbaiki. Target kita bukan hanya sekadar banyak hafalan, tetapi juga kualitas dan mutqin (hafalan yang kuat dan melekat),” ujar Ustadz Jadid.
Rumuskan Strategi Baru dan Penguatan Motivasi
Selain mengevaluasi program kerja yang lalu, rakor ini juga melahirkan sejumlah strategi baru yang siap diimplementasikan pada Tahun Ajaran 2026-2027. Beberapa langkah taktis yang disepakati antara lain:
- Penambahan Jam Murojaah: Memberikan porsi waktu lebih bagi siswa untuk menjaga ingatan hafalan mereka.
- Sistem Reward (Penghargaan): Memberikan apresiasi khusus kepada para penghafal terbaik untuk memicu motivasi positif.
- Sinergi dengan Orang Tua: Memperkuat jalur komunikasi dan pengawasan hafalan siswa antara pihak sekolah dan wali murid di rumah.
Di samping aspek teknis, para pembina sepakat untuk memberikan pendampingan motivasi yang lebih intensif kepada peserta tahfidz khusus. Langkah ini dinilai penting agar anak-anak tetap menjaga semangat menghafal Al-Qur’an di tengah padatnya aktivitas akademik sekolah.
Komitmen Mewujudkan Generasi Qur’ani
Melalui pelaksanaan rakor ini, SD Muhlas menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya berakhlak mulia dan berprestasi, tetapi juga tangguh dalam berkompetisi.
Dengan persiapan yang matang sejak awal tahun ajaran, program kelas tahfidz khusus di SD Muhlas diharapkan mampu melahirkan lebih banyak penghafal Al-Qur’an yang berkualitas. Pihak sekolah menggarisbawahi bahwa dukungan penuh dari manajemen sekolah, dedikasi pembina, dan peran aktif wali murid menjadi kunci utama keberhasilan program unggulan ini. (Muriyono/yupan)





