
Surabaya, wartapoint – Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan) menghadirkan inovasi menarik dalam menyambut peserta didik baru. Melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) yang digelar pada Senin (13/7/2026), para murid kelas I diajak untuk menanamkan impian mereka sejak hari pertama sekolah melalui media “Pohon Harapan”.
Dalam kegiatan tersebut, setiap murid baru menuliskan cita-cita, harapan, maupun target belajar mereka pada secarik kertas warna-warni. Kertas-kertas tersebut kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon tiruan yang dipasang di area madrasah. Pohon ini menjadi simbol tumbuhnya mimpi, semangat, dan potensi anak-anak yang akan terus dipupuk selama menempuh pendidikan di MIM Dupan.
Kepala MI Muhammadiyah 28 Surabaya, Rohim, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas seremonial atau hiburan pengisi masa orientasi. Lebih dari itu, Pohon Harapan dirancang sebagai fondasi psikologis dan motivasi awal bagi anak-anak.
”Melalui Pohon Harapan ini, kami ingin menanamkan optimisme dan membentuk karakter anak sejak dini. Harapan yang mereka tuliskan menjadi pengingat bagi madrasah dan orang tua bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang harus kita bimbing bersama dengan sungguh-sungguh agar dapat terwujud,” ujar Rohim.
Pendekatan Humanis Guru dan Murid
Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Didampingi oleh guru kelas, para murid baru terlihat antusias dan bergantian menempelkan kertas impian mereka sembari saling bercerita mengenai cita-cita yang ingin diraih.
Aktivitas ini sekaligus menjadi momentum bagi para pendidik untuk mengenal lebih dekat kepribadian serta impian setiap individu siswa. Dengan mengetahui orientasi dan keinginan anak, guru dapat memberikan motivasi serta pendekatan belajar yang lebih tepat sasaran.
Adaptasi Lingkungan yang Menyenangkan
Kegiatan Pohon Harapan ini merupakan bagian dari rangkaian MATAMUDA yang bertujuan membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan. Selain mengenalkan budaya madrasah, program ini didesain memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri.
Melalui program-program adaptasi yang edukatif seperti ini, MI Muhammadiyah 28 Surabaya menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dukungan sinergis antara guru dan orang tua diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga Islami dan berkarakter kuat sesuai dengan visi madrasah. (Tiris/yupan)





