Surabaya, wartapoint – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung khidmat dan penuh haru pada Kamis (23/7/2026). Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, madrasah menghadirkan ruang bagi para peserta didik untuk menyuarakan harapan, perasaan, dan cita-cita mereka melalui kegiatan Speak Up: Suara Isi Hati Anak.
Kegiatan ini tak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Peringatan HAN 2026 turut diramaikan dengan kampanye digital melalui pemasangan Twibbon ucapan di media sosial oleh para siswa. Selain itu, aksi Speak Up dirancang sebagai sarana menumbuhkan keberanian anak dalam berkomunikasi, sekaligus menguatkan budaya sekolah yang ramah anak, inklusif, dan penuh kasih sayang.
Pesan Mendalam dari Para Siswa Cilik
Rangkaian acara diawali sejak pagi dengan pembiasaan doa bersama, dilanjutkan dengan pemaparan makna Hari Anak Nasional serta pentingnya pemenuhan hak-hak anak. Suasana berubah haru ketika perwakilan siswa satu per satu maju untuk menyampaikan isi hatinya di hadapan para guru dan sesama rekan murid.
Khayra, siswa kelas 1D, menyampaikan pesan menyentuh bagi para orang dewasa. “Dengarkan suara kami, kami ingin didengar, bukan dihakimi,” tuturnya polos.
Sementara itu, isu perundungan turut menjadi sorotan siswa. Alif dari kelas 1B dengan tegas menyuarakan harapannya agar lingkungan sekolah bebas dari ancaman bullying. “Lindungi kami dari bullying,” ujarnya.
Berbagai aspirasi lain juga mengemuka dari siswa kelas I lainnya:
- Azalea (1C): “Dukung mimpi dan bakat kami.”
- Zeo (1A): “Cintai dan sayangi kami tanpa dibanding-bandingkan.”
- Nabil (1C): “Kami adalah peniru yang hebat, berikan contoh yang baik.”
- Ibtisam (1B): “Sekolahku seru, mimpiku melaju.”
Komitmen Wujudkan Sekolah Ramah Anak
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ustaz Ferry Rismawan, M.Pd.I., menegaskan bahwa momentum Peringatan Hari Anak Nasional merupakan penegasan kembali komitmen madrasah dalam menjaga amanah dan pemenuhan hak-hak anak.
”Anak-anak butuh lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berkarakter. Melalui kegiatan Speak Up, kami ingin memastikan setiap anak memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan merasa dihargai. Ketika suara anak didengar, kita sedang membangun masa depan yang lebih baik,” ungkap Ferry.
Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Bidang Kesiswaan, Ustadzah Rohim Hasanah, menambahkan bahwa program ini fokus pada pendidikan karakter dan penghormatan hak anak.
”Kegiatan ini mengajarkan anak untuk berani mengungkapkan pikiran secara santun, sekaligus mengingatkan orang dewasa agar lebih banyak mendengar daripada menghakimi. Madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying, diskriminasi, maupun kekerasan,” terangnya.
Respon Positif Orang Tua Murid
Inisiatif pihak madrasah mendapat respon hangat dari para wali murid. Papa Prisma, wali murid kelas 2, mengapresiasi pendekatan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga kesehatan emosional siswa.
”Ini bukti nyata bahwa madrasah peduli pada tumbuh kembang dan kebahagiaan anak, bukan hanya mengajar soal nilai atau prestasi,” puji Prisma.
Senada dengan itu, Mama Kimmy, wali murid kelas 5, menilai ruang berekspresi seperti ini efektif membangun kepercayaan diri anak. “Semoga budaya saling mendengar dan menyayangi ini terus menjadi ciri khas MI Muhammadiyah 25 Surabaya,” harapnya.
Melalui momentum ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan ramah anak yang siap mencetak generasi beradab, berprestasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang suportif. (Siti Islaha)






