Menggugah Hati, Film “Sepeda Onthel dari Bapak” Raih Apresiasi Riuh di Hari Anak Nasional Surabaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Ruang Teater Gedung Balai Pemuda Surabaya bergemuruh oleh tepuk tangan ratusan siswa. Hal ini terjadi saat pemutaran film pendek berjudul “Sepeda Onthel dari Bapak” dalam acara Nonton Bareng Karya Film Pendek Sekolah Muhammadiyah, Selasa (28/7/2026).

​Kegiatan yang digagas oleh Lembaga Seni Budaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

​Acara yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB tersebut dihadiri lebih dari 500 pelajar Muhammadiyah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK se-Kota Surabaya.

​Pesan Moral yang Menyentuh Penonton

​Di antara berbagai karya siswa yang ditayangkan, film produksi MI Muhammadiyah 25 Surabaya tersebut berhasil mencuri perhatian utama audience. Mengangkat alur cerita yang sederhana namun menyentuh, film ini mengusung pesan moral mendalam tentang pendidikan karakter dan nilai-nilai keluarga.

​Salah satu adegan yang paling berkesan bagi penonton adalah ketika latihan Tapak Suci berlangsung. Tokoh pembina Tapak Suci yang diperankan oleh Ustaz Ferry Rismawan, M.Pd.I., memberikan petuah bijak kepada para siswa.

​”Kalian ini adalah calon pendekar. Pendekar itu harus mempunyai hati yang bersih dan pikirannya harus jernih,” ujar Ferry dalam potongan adegan tersebut.

​Pesan intuitif itu menegaskan bahwa pendekar sejati tidak hanya dinilai dari ketangkasan fisik, melainkan juga kebersihan hati dan kemuliaan akhlak.

​Apresiasi Pemimpin dan Pendidik

​Ketua PDM Kota Surabaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya ajang berkreasi ini. Menurutnya, Hari Anak Nasional harus dijadikan momentum untuk memberi ruang ekspresi bagi generasi muda.

​”Film-film yang diputar hari ini membuktikan bahwa sekolah Muhammadiyah mampu melahirkan karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun karakter,” tuturnya. Ia berharap tradisi berkarya ini terus berlanjut demi mencetak generasi kreatif berlandaskan nilai Islam Berkemajuan.

​Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya sekaligus pemeran pembina Tapak Suci, Ferry Rismawan, M.Pd.I., mengaku terharu atas sambutan hangat yang diterima karya madrasahnya.

​”Alhamdulillah, kami bersyukur melihat antusiasme para penonton. Film ‘Sepeda Onthel dari Bapak’ kami hadirkan sebagai media pendidikan karakter tentang pentingnya menghormati orang tua dan menjaga persaudaraan,” ungkap Ferry.

​Dorong Semangat Pelajar untuk Terus Berkarya

​Respons positif juga datang dari para pelajar yang hadir. Salah satu pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Junior (IPMJ) MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengaku bangga melihat hasil karya sekolah mereka disaksikan oleh ratusan sejawat dari berbagai jenjang.

​”Kami ikut terharu sekaligus termotivasi untuk terus berkarya. Semoga ke depan semakin banyak karya siswa Muhammadiyah yang dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

​Melalui agenda ini, Lembaga Seni Budaya PDM Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi potensi audio-visual para siswa. Film dinilai sebagai medium yang sangat efektif untuk menyampaikan syiar Islam, penguatan karakter, serta penanaman nilai-nilai budaya secara inklusif kepada generasi muda. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article