Surabaya, wartapoint — Memelihara konsistensi sebagai sekolah berorientasi keberbakatan dan inklusi membutuhkan bahan bakar spiritual serta ideologis yang berkelanjutan. Guna memperkuat fondasi dan menyamakan persepsi seluruh elemen pendidik, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) menggelar sesi penguatan dan motivasi bagi para guru dan karyawan (gukar) pada Selasa.
Sesi penguatan ini menghadirkan Direktur Penjaminan Mutu MBA Spartans SMAMX, Ir. Sudarusman, sebagai pemantik utama. Dalam paparan mendalamnya mengenai tantangan dan arah masa depan pendidikan inklusif, Sudarusman menekankan pentingnya penerapan growth mindset serta menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari pencapaian akademis belaka.
”Guru dan karyawan adalah pilar utama pembawa perubahan. Kita tidak sekadar mengajar atau menjalankan tugas administratif, melainkan sedang membangun peradaban dan menumbuhkan daya pikat unik yang dimiliki setiap siswa,” ujar Sudarusman.
Menurut Sudarusman, ekosistem belajar yang sehat lahir dari dedikasi para pendidik yang berjiwa mandiri, berempati tinggi, serta mendasarkan seluruh pengabdiannya sebagai nilai ibadah. Karena itu, internalisasi nilai-nilai karakter dalam keseharian sekolah menjadi kunci utama dalam memacu potensi unik setiap anak didik.
Sesi yang berlangsung hangat dan khidmat ini diwarnai dengan diskusi interaktif yang memperlihatkan tingginya antusiasme para peserta. Sesi ini juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal untuk memperkokoh kultur kerja yang solid, kreatif, dan berdedikasi tinggi.
Melalui penguatan berkala ini, SMAMX optimistis dapat terus menjaga mutu layanan pendidikan, memfasilitasi beragam bakat dan minat siswa, serta memperkuat posisinya sebagai ruang tumbuh yang ramah dan inklusif bagi seluruh warga sekolah. (yupan)






