
Surabaya, wartapoint – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo menggelar Kajian Ahad Pagi di Masjid Machfud, Ahad (9/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Prof. Dr. Mundzakir, S.Kep., Ns., M.Kes., yang membawakan materi bertajuk “Imunisasi Iman: Menjaga Daya Tahan Spiritual Warga Muhammadiyah dari Virus Zaman”.
Dalam paparan materinya, Mundzakir menyoroti empat jenis virus zaman yang kian mengancam daya tahan spiritual warga Muhammadiyah:
- Virus Akidah: Penyakit klasik seperti TBC (tahayul, bid’ah, dan khurafat) dinilai masih terus menggerogoti iman. Selain itu, berkembang pula paham ateisme (tidak bertuhan), agnostisisme yang menjauhkan masyarakat dari nilai agama, hingga gagasan pluralisme radikal yang menganggap semua agama sama benarnya.
- Virus Informasi: Ledakan informasi melalui gawai kian sulit dibendung. Berdasarkan penelitian, rata-rata masyarakat menghabiskan waktu sekitar 6 jam sehari untuk menggunakan gawai. Efek negatifnya memicu kecanduan gim hingga melalaikan ibadah, seperti menunda waktu salat.
- Virus Individualisme: Sikap individualis atau “autivisme” membuat seseorang lebih nyaman berada dalam kesendirian dan merasa terganggu jika berada di tengah komunitas. Fenomena ini lambat laun mengikis minat masyarakat untuk berorganisasi.
- Virus Kejiwaan (Kegelisahan): Mengutip data World Health Organization (WHO), Prof. Mundzakir mengungkapkan bahwa 1 dari 7 orang di dunia telah terjangkit gangguan kecemasan dan kegelisahan, di mana masyarakat menjadi mudah cemas serta sulit mengontrol emosi.
Sebagai penangkal, Rektor Umsura menawarkan solusi mendasar namun sangat efektif. Ia menegaskan bahwa warga Muhammadiyah sebenarnya sudah memiliki benteng pertahanan atau “imun” utama, yaitu buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
”Sesungguhnya warga Muhammadiyah sudah memiliki imun untuk mengatasi virus kehidupan, yaitu membaca buku PHIWM. Tidak sekadar dibaca, tetapi juga wajib diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Mundzakir sambil menunjukkan fisik buku tersebut.
Sebagai bentuk aksi nyata, Mundzakir membagikan 100 eksemplar buku PHIWM secara gratis kepada para jamaah kajian. Beliau juga memotivasi seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar mewajibkan seluruh anggotanya untuk memiliki dan mempelajari panduan hidup tersebut. (Najib/yupan)





