
Sragen, wartapoint — Aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Sebagai upaya pencegahan sejak dini, Babinsa Desa Ngarum Serda Sutrisno bersama Bhabinkamtibmas Aipda Ambar Woko, S.H. memberikan sosialisasi bahaya bullying kepada 75 siswa SDN Ngarum 1, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Edukasi yang berlangsung interaktif ini menyasar seluruh murid kelas 4, 5, dan 6. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SDN Ngarum 1 Suwarno, S.Pd.SD., jajaran guru, serta 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ikut mendampingi para siswa.
Tegaskan “Ejekan Bukan Candaan”
Di hadapan puluhan siswa, Babinsa Desa Ngarum Serda Sutrisno menegaskan bahwa tindakan bullying—baik berupa verbal seperti mengejek dan memberi julukan merendahkan, maupun tindakan fisik seperti mengucilkan hingga kekerasan—tidak bisa dimaklumi sebagai bentuk candaan pertemanan.
“Jangan pernah menganggap bullying sebagai candaan. Kalau perkataan atau perbuatan kita membuat teman takut, malu, sedih, atau merasa tidak berharga, berarti sudah ada masalah. Jadilah teman yang saling menjaga, bukan saling menjatuhkan,” tegas Sutrisno.
Ia juga mengimbau para siswa untuk tidak berdiam diri jika melihat tindakan perundungan. Murid diminta tidak ikut menertawakan apalagi merekam kejadian, melainkan berani melaporkannya kepada guru atau orang dewasa terdekat agar segera ditangani.
Saling Menghormati Perbedaan
Sejalan dengan hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Ngarum Aipda Ambar Woko, S.H. mengingatkan pentingnya saling menghargai perbedaan karakter dan kondisi fisik antar-teman di sekolah.
“Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jangan menjadikan kekurangan teman sebagai bahan ejekan. Kalau ingin suasana sekolah nyaman, maka kita semua harus ikut menjaga,” ujar Ambar.
Siswa juga diberikan pemahaman mendalam mengenai dampak psikologis bagi korban bullying, seperti rasa takut pergi ke sekolah, hilangnya kepercayaan diri, hingga penurunan prestasi belajar.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Sesi sosialisasi berlangsung hidup dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang aktif berinteraksi. Kepala SDN Ngarum 1, Suwarno, S.Pd.SD., mengapresiasi langkah cepat serta sinergitas TNI-Polri dalam menjaga iklim pendidikan yang aman di wilayahnya.
Menurut Suwarno, upaya penanganan dan pencegahan perundungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah semata, melainkan butuh kolaborasi erat antara pihak sekolah, orang tua, serta aparat keamanan di sekitar anak. (Agus)





