
Surabaya, wartapoint — Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMP Negeri 54 Surabaya (SPenmapat) mengukir prestasi membanggakan. Sekolah tersebut secara resmi menerima piagam penghargaan dari Wali Kota Surabaya sebagai Sekolah Model Implementasi Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026, Senin (17/8/2026).
Pencapaian ini menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar SPenmapat dalam perannya meningkatkan kualitas pendidikan yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Kepala SMPN 54 Surabaya, H.M. Jemadi, S.Ag., M.A., M.Pd., menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh warga sekolah.
”Penghargaan ini layak diperoleh oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta seluruh murid SMPN 54 Surabaya. Mereka telah bekerja, belajar, dan bergerak bersama dengan semangat yang sama untuk menjadikan SPenmapat sebagai sekolah yang Hebat Bermartabat,” ujar Jemadi.
Semangat tersebut selaras dengan nilai-nilai utama yang tercantum dalam slogan sekolah: Hebat Bermartabat, Unggul Prestasi, Berakhlak Mulia, Lestarikan Lingkungan, dan Kuat Persaudaraan.
Dorongan Inovasi LENTERA SPENMAPAT
Penghargaan sebagai sekolah model digitalisasi ini juga beriringan dengan pengembangan program inovasi bernama LENTERA SPENMAPAT. Program ini dirancang sebagai gerakan bersama untuk mendorong perubahan di berbagai sektor penting sekolah.
- Pemanfaatan Teknologi: Efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar berbasis digital.
- Peningkatan Kualitas: Penguatan literasi, numerasi, dan prestasi akademis maupun non-akademis.
- Penguatan Karakter: Penanaman kepedulian lingkungan dan nilai persaudaraan antarwarga sekolah.
”Digitalisasi bukan sekadar menggunakan perangkat teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu memberikan manfaat nyata bagi kualitas pembelajaran dan perkembangan murid,” tegas Jemadi.
Apresiasi dan Menatap Target Menjadi Ikon Surabaya Utara
Dalam kesempatan tersebut, Jemadi turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota Surabaya, Kepala Dinas Pendidikan, jajaran pengawas, serta para kepala sekolah terdahulu—Ibu Hanifah dan Ibu Nur Qomariyah—yang dianggapnya telah meletakkan fondasi kuat bagi kebangkitan SPenmapat.
Penghargaan ini dipandang bukan sebagai akhir, melainkan tantangan baru untuk tidak berpuas diri. Jemadi menargetkan SMPN 54 Surabaya dapat tumbuh menjadi ikon pendidikan di wilayah Surabaya Utara.
”Insyaallah, SPenmapat akan menjadi ikon SMP di Surabaya Utara. Bukan hanya karena prestasinya, tetapi karena karakter, inovasi, kepedulian lingkungan, persaudaraan, dan kualitas pembelajarannya,” pungkasnya. (yupan)
#beritanusantara #indonesia #jawatimur #surabaya #sekolah





