Dari Upacara ke Aksi Kemanusiaan

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Semangat kemerdekaan di SD Muhammadiyah 16 Surabaya tidak berhenti setelah upacara bendera HUT ke-81 Republik Indonesia. Sehari setelah mengibarkan Merah Putih, semangat tersebut diteruskan siswa melalui aksi solidaritas untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penggalangan donasi dimulai pada 17 Agustus 2026, tepat setelah pelaksanaan upacara bendera. Selama proses pengumpulan, siswa bersama wali murid menunjukkan kepedulian dengan memberikan donasi yang kemudian dihimpun oleh IPM KIDS.

Sepuluh hari kemudian, hasil penggalangan tersebut diserahkan kepada LAZISMU Surabaya. Penyerahan berlangsung di hall lantai 3 SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Kamis (27/8/2026), mulai pukul 09.00 WIB, setelah pelaksanaan salat Dhuha berjamaah.
Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp12.681.200. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sumbangan dari siswa dan wali murid selama periode penggalangan.

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., memandu prosesi penyerahan. Ia didampingi dua perwakilan IPM KIDS, Aisyah Zakiyah dari kelas VI dan Razka Ahmad Zaidan dari kelas V.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, semoga bantuan anak-anak siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya beserta bapak-ibu wali murid kami serahkan kepada LAZISMU Surabaya,” ujar Suyono.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Semoga donasi ini dapat meringankan saudara-saudara kita yang terkena bencana di NTT,” lanjutnya.

Donasi diterima secara langsung oleh Farid Effendi, S.Sos., dari LAZISMU Surabaya bagian tasaruf.
Ketika Anak-Anak Mengambil Peran
Bagi Aisyah Zakiyah, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda. Siswa kelas VI itu tidak hanya ikut memberikan donasi, tetapi juga terlibat dalam proses penggalangan bantuan.
“Alhamdulillah aku sangat senang bisa membantu menggalang donasi untuk bencana gempa NTT,” ujar Aisyah.

Ia mengatakan penggalangan berlangsung sejak setelah upacara bendera pada 17 Agustus 2026.
“Sejak tanggal 17 Agustus 2026 setelah upacara bendera hingga hari ini total donasi yang terkumpul Rp12.681.200,” ungkapnya.

Keterlibatan Aisyah bersama IPM KIDS menunjukkan bahwa siswa diberikan ruang untuk belajar mengambil tanggung jawab. Mereka ikut mengajak lingkungan sekolah untuk membangun kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

Kemerdekaan Dimaknai dengan Kepedulian
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., mengatakan aksi sosial tersebut sengaja dikemas sebagai pengalaman belajar bagi siswa.
“Untuk menumbuhkan sikap solidaritas terhadap sesama, IPM KIDS kita beri tanggung jawab untuk mengoordinir penggalangan donasi untuk korban bencana,” kata Ely.

Menurutnya, momentum kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian kepada siswa.
“Pembelajaran kontekstual dari nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan langsung oleh siswa, salah satunya adalah kepedulian terhadap korban bencana,” jelasnya.

Ely menegaskan bahwa sekolah tidak ingin siswa hanya memahami konsep kepedulian secara teoritis.
“Tidak hanya peduli, tapi mereka kita kasih kesempatan untuk menggalang donasi,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.
“Semoga apa yang kita lakukan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan mendalam,” pungkas Ely.

Dari momentum upacara kemerdekaan hingga penyerahan bantuan, siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya belajar bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian. Bagi mereka, membantu sesama bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan pengalaman yang dipraktikkan secara langsung.
(Ahmad Mahmudi)

#beritanasional #jawatimur #surabaya #indonesia #muhammadiyah #sekolah

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article