Di Tengah Musim Kemarau, LAZISMU dan MDMC Kapuas Hadir Bawa Air dan Harapan

Must read

- Advertisement -

Kapuas, wartapoint – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada tahun 2026 berdampak serius bagi aktivitas sehari-hari warga. Selain menyebabkan sumur warga mengering, pasokan air yang tersisa di sejumlah wilayah mulai tercemar dan bercampur dengan air asin (payau). Kondisi ini memicu krisis air bersih yang meluas di berbagai tempat.

​Menanggapi situasi krusial tersebut, Muhammadiyah bergerak cepat melalui kolaborasi LAZISMU Kapuas, MDMC Kapuas, serta Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah dalam semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR), yang juga bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM). Aksi kemanusiaan bertajuk Program Bantuan Air Bersih Kapuas 2026 ini mengusung tema “Gerakan Beramal, Bantu untuk Sesama”.

​Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sedikitnya 845 Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan panjang ini. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan merata, penyaluran air bersih dilakukan secara berkelanjutan sejak Senin (5/10/2026).

​Ketua LAZISMU Kapuas, Muhammad Arya, menyampaikan bahwa distribusi air minum dikirimkan dengan sistem bergilir (rolling) menggunakan kemasan galon agar langsung dapat dimanfaatkan warga.

​“Kami pastikan air terus mengalir. Sistemnya rolling dikarenakan penyaluran menggunakan galon dalam membagikan air kepada warga terdampak kekeringan,” jelas Arya.

​Beberapa wilayah yang diprioritaskan karena mengalami dampak paling parah meliputi Kelurahan Mambulau (Kecamatan Kapuas Hilir), area Selat Dalam Kota Kapuas, serta Desa Narahan dan Desa Bunga Mekar (Kecamatan Pulau Petak). Total bantuan yang dikucurkan pada tahap ini mencapai 1.060 galon air minum atau setara dengan 21.200 liter air.

​Sementara itu, Ketua MDMC Kapuas, Muhammad Hipni, menjelaskan bahwa pengaturan distribusi yang ketat sangat penting agar seluruh warga mendapatkan hak yang sama.

​“Air ini bukan hanya untuk minum, warga juga menggunakannya untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Makanya kami jaga agar pasokan tidak terlambat didrop,” ujar Hipni.

​Sebelum aksi pengiriman ke desa-desa, tim OMOR Muhammadiyah Kapuas juga telah membagikan sebanyak 19.000 liter air bersih yang dipusatkan di Masjid Ar-Rahman, Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Barito. Pada tahap awal tersebut, setiap keluarga mendapatkan alokasi 19 liter air bersih.

​Muhammadiyah Kapuas menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan selama masa darurat kekeringan berlangsung.

​“Selama hujan belum turun dan sumur warga belum kembali membaik, kami akan terus mendistribusikan air. Ini adalah komitmen kemanusiaan kami,” tegas Hipni.

​Ia turut mengajak masyarakat luas serta para donatur untuk ikut bergandengan tangan mendukung “Gerakan Beramal, Bantu untuk Sesama” agar jangkauan bantuan air bersih ini dapat meluas ke lebih banyak tempat yang membutuhkan. (mf/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article