
Surabaya, wartapoint – Menjadi seorang pembawa acara televisi tidak sekadar menuntut kelancaran berbicara di depan kamera. Lebih dari itu, diperlukan kedisiplinan tinggi, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi yang efektif, hingga gestur yang ramah untuk memikat pemirsa.
Nilai-nilai itulah yang terpancar dalam gelaran Final Audisi Host TVMu Jatim 1 yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah PDM Kota Surabaya, Jalan Wuni Nomor 9, Kamis (15/10/2026).
Ajang yang diinisiasi oleh Panitia Milad ke-114 Muhammadiyah kota Surabaya ini menjadi bagian dari rangkaian semarak peringatan hari jadi Muhammadiyah—organisasi yang dikenal luas melalui gerakan dakwah, pendidikan, dan sosialnya. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, audisi ini hadir sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk mengasah potensi, meningkatkan keterampilan berkomunikasi, serta menguji keberanian tampil di muka umum.
Seleksi Ketat dan Keberagaman Peserta
Ketua Panitia Pelaksana Audisi Host TVMu Jatim 1, Ahmad Nur Muhaimin, S.Th.I., mengungkapkan bahwa proses seleksi awal telah diikuti oleh 67 peserta. Dari tahapan tersebut, sebanyak 30 peserta terbaik berhasil menyisihkan pesaingnya dan melangkah ke babak final.
Para finalis terbagi ke dalam dua kategori, yakni:
- Host Kauma (20 Peserta): Berfokus mengulas dan mengedukasi dinamika seputar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
- Host Berita TVMu Jatim 1 (10 Peserta): Berfokus pada penyampaian berita-berita terkini dan aktual.
Para peserta datang dari berbagai latar belakang jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Kemeriahan makin terasa dengan hadirnya kader-kader dari Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, yang membuktikan bahwa semangat berdakwah melalui media penyiaran telah tumbuh subur di ranah kaderisasi.
Apresiasi dan Motivasi untuk Para Finalis
Ketua Panitia Milad Muhammadiyah ke-114, Imam Sapari, M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian dan semangat para peserta. Ia menegaskan bahwa seluruh finalis yang berhasil mencapai babak ini pada hakikatnya adalah pemenang.
“Kami memang mencari juara satu, dua, dan tiga. Namun, yang hadir di sini adalah anak-anak terbaik. Kalian juga bisa menjadi juara dalam jurnalistik kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur TVMu Jatim 1, Drs. H. Catur Anang Hutoyo, M.Pd., membagikan pengalaman berharganya selama 30 tahun berkarier di SCTV. Ia menekankan betapa krusialnya kedisiplinan waktu bagi seorang insan penyiaran.
“Kalau diundang dalam suatu acara, satu jam sebelumnya sudah datang,” tegas Catur.
Catur menambahkan bahwa audisi ini merupakan momentum berharga bagi peserta untuk mengukur kapasitas diri, mengenali kekurangan, serta terus membenahi kualitas penampilan. Menurutnya, hal mendasar seperti senyuman yang tulus pun menjadi elemen kunci dalam membangun daya tarik seorang host.
Melalui ajang ini, Peringatan Milad Muhammadiyah ke-114 tak hanya menjadi momentum selebrasi, tetapi juga ruang edukatif yang nyata untuk melahirkan generasi muda yang percaya diri, disiplin, komunikatif, dan siap berkarya di industri penyiaran masa depan. (Abi Saffa/yupan)





