Latih Keberanian Siswa, Dua Murid SD Mumtas Surabaya Lakukan Simulasi Wawancara Sebelum Terjun ke Lapangan

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Berbagai cara dilakukan oleh pihak sekolah untuk membentuk karakter anak yang berani, aktif, dan pandai berkomunikasi. Seperti yang dilakukan oleh dua siswi SD Muhammadiyah 5 Surabaya (SD Mumtas), Azza dan Diandra.

​Demi melatih keberanian serta keterampilan berkomunikasi, kedua murid tersebut menggelar simulasi wawancara mandiri sebelum menjalankan tugas utama mewawancarai wali murid di lingkungan sekolah.

​Dalam kegiatan belajar bersama yang berlangsung penuh antusias tersebut, Azza dan Diandra tampak berbagi peran. Salah satu dari mereka bertindak sebagai pewawancara yang sigap merekam suara menggunakan ponsel, sementara yang lain berperan sebagai narasumber sambil mencermati lembar pertanyaan pada buku paket Pendidikan Pancasila.

​Adapun topik wawancara yang mereka pelajari berfokus pada materi hak dan kewajiban anak.

​Kurangi Rasa Grogi

​Azza mengungkapkan, metode latihan bersama atau simulasi ini sangat efektif dalam mendongkrak rasa percaya dirinya sebelum benar-benar berhadapan dengan narasumber dewasa.

​”Awalnya sempat grogi, tapi setelah dicoba simulasi berdua dulu, jadi lebih paham alur pertanyaannya dan makin percaya diri pas nanti wawancara wali murid,” tutur Azza, Senin (19/10/2026).

​Senada dengan temannya, Diandra merasa pendekatan belajar berbasis praktik langsung ini membuat pembelajaran materi sekolah terasa jauh lebih hidup dan tidak membosankan.

​”Seru banget bisa belajar sambil praktik langsung. Jadi tidak cuma sekadar menghafal di buku, tapi kita juga belajar cara bertanya yang sopan dan mendengarkan dengan baik,” ungkap Diandra.

​Harapan Pembentukan Karakter

​Tugas praktik wawancara ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada para siswa dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara santun dengan orang dewasa di lingkungan sekitar mereka.

​Melalui kegiatan ini, Azza dan Diandra berharap proses wawancara kepada wali murid nantinya dapat berjalan lancar, meraih nilai yang memuaskan, serta memperluas wawasan mereka terkait pentingnya pemenuhan dan perlindungan hak anak di tengah masyarakat.

​Lebih dari sekadar mengejar nilai akademis, pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa-siswi SD Mumtas agar tumbuh menjadi pribadi yang aktif, berani, serta komunikatif dalam kehidupan sehari-hari. (Riska)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article