Ubah Pola Ujian Tertulis, Murid SMP Muhammadiyah 13 Surabaya Gelar Proyek Sains Lintas Mata Pelajaran

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) tidak melulu harus diidentikkan dengan lembar soal dan jawaban tertulis di atas kertas. SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (Spemgalas) memilih menghadirkan pengalaman ujian yang berbeda melalui proyek lintas mata pelajaran (interdisciplinary project).

​Melalui pendekatan ini, para murid diajak langsung belajar, bereksperimen, mengolah data, hingga menghasilkan karya konkret berdasarkan fenomena nyata di lingkungan sekitar mereka.

​Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 di Kampus 1 SMP Muhammadiyah 13 Surabaya ini melibatkan seluruh murid kelas VII dan kelas VIII.

​Eksperimen Kontekstual Sesuai Tingkatan Kelas

​Untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan, pihak sekolah merancang tema yang berbeda bagi tiap tingkatan kelas:

  • ​Kelas VII: “Scientist Muda: Selidiki Lingkunganmu!” Murid kelas VII mengintegrasikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mereka ditantang menyelidiki tiga benda di lingkungan sekitar dengan mengukur massa dan volume, menghitung massa jenis, lalu menyajikannya dalam bentuk infografis visual yang informatif. Melalui tugas ini, murid memahami bahwa perhitungan matematis dan sains saling berkaitan dalam menjelaskan objek sehari-hari.
  • ​Kelas VIII: “Sehat Itu Ilmiah” Murid kelas VIII memadukan mata pelajaran IPA, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta Bahasa Indonesia. Mereka melakukan aktivitas fisik seperti lari dan skipping (lompat tali), lalu mengukur perubahan denyut nadi untuk dihubungkan dengan kerja jantung serta sistem peredaran darah. Seluruh hasil pengamatan dan analisis data tersebut kemudian dirangkai menjadi majalah elektronik (E-Magazine) yang komunikatif.

​Melalui kedua proyek tersebut, proses belajar tidak lagi berpusat pada teks buku semata, melainkan pada pengamatan langsung, analisis data, dan pembuatan karya nyata.

​Dorong Pembelajaran Berbasis Pengalaman

​Kepala SMP Muhammadiyah 13 Surabaya, Sofyanda Atmaja, mengungkapkan bahwa model ujian proyek ini merupakan komitmen sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna.

​”Ujian tidak semata-mata mengukur apa yang diketahui murid secara teori, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Sofyanda.

​Ia menambahkan, proses ini memberikan ruang bagi murid untuk mengasah berbagai keterampilan penting abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab.

​Integrasi Kompetensi dalam Satu Kegiatan Utuh

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Muhammadiyah 13 Surabaya, Lala, menjelaskan bahwa desain ujian dirancang untuk menggabungkan indikator kompetensi dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu alur kegiatan yang terpadu.

​”Melalui pendekatan ini, murid memperoleh kesempatan memperlihatkan pemahaman mereka tidak hanya melalui jawaban tertulis, tetapi juga lewat proses pengamatan, pengolahan data, pemecahan masalah, hingga penyajian hasil akhir,” kata Lala.

​Langkah inovatif yang diterapkan Spemgalas ini mempertegas bahwa kualitas pembelajaran tak hanya diukur dari seberapa banyak materi yang dihafal, melainkan seberapa mampu murid memahami, mengolah, dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (Hayatun Nufus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article