
Surabaya, wartapoint — Menjelajah alam, belajar mandiri, dan menikmati malam kebersamaan di sekitar api unggun menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi para siswa kelas 1, 2, dan 3 SD Muhammadiyah 9 Surabaya. Melalui kegiatan Bahari Camp: Pandu Ceria Athfal yang dihelat di Kebun Bibit Wonorejo, Surabaya, pada Kamis (29/10/2026), para siswa belajar menempa diri menjadi pribadi yang tangguh tanpa sedikit pun meninggalkan kebiasaan beribadah.
Mengusung tema “Menjelajah Alam, Menguatkan Karakter, Membangun Generasi Tangguh”, rangkaian kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang lazimnya digelar di lingkungan sekolah, Bahari Camp kali ini menyuguhkan suasana baru yang menyatu langsung dengan alam terbuka.
Berbagai aktivitas dirancang secara apik untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, keberanian, serta semangat kebersamaan. Di tengah keseruan agenda penjelajahan, para siswa juga senantiasa diingatkan untuk menjaga kedisiplinan beribadah sebagai fondasi penting dalam kehidupan sehari-hari.
Khusus bagi siswa kelas 1 yang baru pertama kalinya mengikuti perkemahan, pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran yang amat berharga. Mereka diajarkan bahwa ketangguhan sejati bukan sekadar keberanian dalam menghadapi tantangan fisik, melainkan juga kemampuan menjaga ketaatan kepada Allah di mana pun berada.
Suasana Api Unggun Jadi Momen Paling Berkesan
Puncak kemeriahan acara terlihat tatkala malam inagurasi dan prosesi api unggun dinyalakan. Kepala SD Muhammadiyah 9 Surabaya, Aris Wahyuningsih, S.Pd., menjelaskan bahwa momen tersebut memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
“Suasana semakin meriah saat malam inagurasi dan api unggun. Para siswa menikmati kebersamaan sekaligus mendapat kesempatan menunjukkan kreativitas dan keberanian tampil di depan teman-temannya,” ungkap Aris Wahyuningsih.
Kesan mendalam turut dirasakan oleh Muhammad Fathan Alfarisqy, siswa yang dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam kegiatan tersebut. Fathan mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian Bahari Camp meskipun harus melalui aktivitas yang padat sejak pagi hari.
“Kegiatan api unggun menjadi pengalaman yang paling berkesan. Momen tersebut membuat kegiatan perkemahan terasa istimewa dan meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan,” tutur Fathan.
Di balik rasa lelah setelah seharian beraktivitas, para siswa membawa pulang banyak pelajaran berharga—mulai dari keberanian mencoba hal baru hingga arti penting persahabatan dan kekompakan tim.
Jadikan Alam sebagai Ruang Belajar Karakter
Bagi jajaran civitas akademika SD Muhammadiyah 9 Surabaya, Bahari Camp bukan sekadar agenda rekreasi biasa, melainkan bagian integral dari pembentukan karakter melalui gerakan kepanduan Hizbul Wathan.
Melalui kegiatan luar ruang ini, para siswa dilatih untuk senantiasa menaati aturan, memupuk rasa tanggung jawab, bekerja sama secara kolektif, serta membiasakan diri menegakkan ibadah dalam berbagai situasi. Alam terbuka terbukti menjadi laboratorium kehidupan yang menghadirkan pengalaman nyata di luar ruang kelas formal.
Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus meneguhkan komitmen SD Muhammadiyah 9 Surabaya sebagai Sekolah Islami Berkarakter Bahari. Sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga konsisten mencetak generasi yang mandiri, religius, berakhlak mulia, dan tangguh.
Sebab, keberanian dalam mengeksplorasi alam semesta akan jauh lebih bermakna ketika berjalan selaras dengan keteguhan iman dan budi pekerti luhur.
Penulis: Nashiiruddin





