
Madiun, wartapoint — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa orientasi pendidikan vokasi tidak boleh berhenti pada pencetakan ijazah semata, melainkan berfokus pada kesiapan nyata peserta didik menghadapi dunia kerja. Persiapan karier dinilai krusial untuk dimulai sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di bangku sekolah, bukan dilakukan secara mendadak menjelang kelulusan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) SMK Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029 yang dihelat di Hotel Merdeka, Kota Madiun, Jumat (31/10/2026).
Menurut Aries, Bursa Kerja Khusus (BKK) harus ditempatkan sebagai bagian strategis dari ekosistem pendidikan vokasi. Sekolah mempunyai tanggung jawab mutlak untuk menjembatani kompetensi peserta didik dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
”Kesiapan kerja tidak boleh dibangun secara mendadak ketika siswa mendekati kelulusan. Persiapan tersebut harus dimulai sejak kelas X melalui pembiasaan disiplin, penguatan keterampilan, pengalaman praktik, pembentukan karakter, hingga pengenalan terhadap kebutuhan dunia industri,” ujar Aries di hadapan lebih dari 300 peserta rakor.
Dalam arahannya, Aries merinci lima bekal esensial yang harus dibangun pada diri setiap murid:
- Mampu bekerja
- Mampu dipercaya
- Mampu bekerja sama
- Mampu belajar kembali (learnability)
- Mampu menjaga diri
Selain itu, ia memetakan tahapan pembinaan karier secara sistematis. Kelas X difokuskan untuk mengenalkan ragam pekerjaan dan kebiasaan kerja. Memasuki kelas XI, siswa memperkuat kapabilitas melalui proyek, praktik, serta Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pada tahun terakhir, fokus beralih pada pemantapan portofolio dan simulasi seleksi kerja. Bahkan, pendampingan sekolah diharapkan terus berlanjut hingga pascakelulusan untuk membantu alumni beradaptasi di lingkungan kerja.
Komitmen Kuat dari SMK MUDISA
Semangat sinergi vokasi tersebut disambut hangat oleh satuan pendidikan di daerah. Di sela-sela kegiatan rakor, Kepala SMK MUDISA, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., menegaskan komitmen penuh lembaganya untuk meneruskan arahan Dinas Pendidikan Jatim secara konkret di tingkat satuan pendidikan.
”Kami sangat mengapresiasi arahan dan perhatian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ini menjadi motivasi bagi kami di SMK MUDISA untuk semakin serius mempersiapkan masa depan siswa sejak mereka duduk di kelas X,” ungkap Irvandy.
Irvandy menilai bahwa ekosistem kesiapan kerja harus dibangun secara gotong royong dengan melibatkan kepala sekolah, BKK, guru produktif, wali kelas, jaringan FBKK, dunia industri, hingga ikatan alumni.
”Jangan sampai kita baru sibuk memikirkan masa depan siswa ketika mereka sudah lulus. Sejak awal masuk sekolah, mereka harus dibimbing, dikenalkan dengan dunia kerja, dilatih keterampilannya, dibangun karakter dan kedisiplinannya, serta diarahkan sesuai potensi masing-masing,” tambahnya.
Melalui momentum Rakor FBKK Jatim yang dihadiri ratusan insan pendidikan vokasi ini, SMK MUDISA bertekad untuk terus mencetak lulusan yang tidak sekadar unggul secara teknis (hard skills), tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat—mulai dari disiplin, jujur, amanah, hingga adaptif terhadap dinamika perubahan zaman.
”Masa depan siswa tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Sekolah harus hadir, membimbing, membuka jalan, dan mengantarkan mereka menuju kesuksesan,” pungkas Irvandy. (yupan)





