
SURABAYA, Wartapoint – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Lantai 13 Gedung At-Tauhid Tower, Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Sabtu (18/4/2026). Sebanyak 138 siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya resmi dikukuhkan dalam prosesi Wisuda Khatmil, Tarjim, dan Tahfidz Al-Qur’an.
Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum pembuktian capaian spiritual siswa. Sejak pagi, para peserta telah bersiap mengikuti rangkaian prosesi yang diawali dengan penampilan lagu “Satu” dari Dewa 19 sebagai pembuka suasana, disusul kirab wisudawan yang diiringi lantunan syahdu lagu “Hafidz Qur’an”.
Keseimbangan Iman dan Ilmu
Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach. Barizi, M.Pd., menekankan bahwa fondasi utama lulusan sekolah ini adalah integrasi antara karakter religius dan kecerdasan intelektual.
“Antara iman dan ilmu selalu bersanding. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Agar anak-anak tetap kokoh di manapun berada, mereka harus memiliki fondasi yang kuat pada keduanya,” tegas Barizi.
Beliau merinci, tahun ini sekolah meluluskan:
- 74 Peserta Khatmil Qur’an.
- 19 Peserta Tarjimul Qur’an Bil Lafdzi.
- 45 Peserta Tahfidzul Qur’an (Juz 30 dan 29).
Sinergi Strategis dan Pesan Mendalam Kemenag
Apresiasi tinggi datang dari Kasi PAIS Kemenag Kota Surabaya, Ustadz Khoirul Roziqin, S.Ag., M.Pd. Ia menyoroti keberhasilan sinergi antara sekolah dan Kemenag dalam menjalankan program Tahfidz. Dalam pesannya yang menyentuh, ia mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat puas.
”Hafalan Al-Qur’an itu ibarat buruan, maka ikatlah dengan murajaah (mengulang hafalan),” pesannya. Ia juga menekankan prinsip Sami’na wa Atho’na sebagai kunci sukses. “Jika ingin sukses, jangan banyak protes, tetapi perbanyaklah berproses. Itulah esensi mendengar dan taat kepada orang tua serta guru.”
Momen Puncak dan Penghargaan Terbaik
Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat pengumuman wisudawan terbaik diberikan kepada tiga siswa berprestasi:
- Kyara (Terbaik kategori Khatmil Qur’an).
- Abim (Terbaik kategori Tarjimul Qur’an).
- Ayrayi (Terbaik kategori Tahfidzul Qur’an).
Ketegangan imtihan (ujian publik) berubah menjadi isak tangis haru saat sesi persembahan puisi. Para wisudawan turun dari panggung untuk memberikan bunga kepada orang tua masing-masing, sebuah simbol terima kasih atas dukungan tanpa henti dalam perjalanan mereka menghafal Al-Qur’an.
Acara yang juga dihadiri oleh Direktur Nurul Falah dan Majelis Dikdasmen PDM Surabaya ini ditutup dengan doa bersama. Melalui wisuda ini, SD Muhammadiyah 18 Surabaya berharap para lulusannya tidak hanya hafal secara lisan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Desy K)





