Surabaya, wartapoint – Ruang kelas 4D MI Muhammadiyah 25 Surabaya berubah menjadi panggung interaksi yang dinamis pada Selasa (12/5/2026) pagi. Melalui program Guest Teacher bertajuk “English is Fun”, para siswa diajak menyelami bahasa Inggris bukan sebagai hafalan rumus, melainkan sebagai alat komunikasi yang hidup dan menyenangkan.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam sejak pukul 10.00 WIB ini menghadirkan Titis Ayusi Retno Dewi sebagai pengajar tamu. Titis, yang merupakan seorang guru bahasa Inggris sekaligus wali murid di madrasah tersebut, membawa pendekatan praktis yang berbeda dari metode klasikal biasanya.
Metode Pengalaman Nyata
Dalam sesi tersebut, fokus pembelajaran dialihkan dari sekadar teori menuju keberanian berbicara dan mendengarkan. Meski instruksi diberikan dalam bahasa Inggris, para siswa tampak tidak canggung dan justru merespons dengan antusias.
”Alhamdulillah anak-anak sangat kooperatif. Mereka terlihat antusias, sekalipun bahasa pengantar saat mengajar menggunakan bahasa Inggris,” ujar Titis.
Ia menekankan bahwa kehadiran praktisi atau orangtua dengan berbagai profesi ke dalam kelas dapat memberikan pengalaman nyata bagi siswa. Titis menyarankan agar model pembelajaran ini dikembangkan sesuai tema, seperti menghadirkan nelayan saat membahas ekosistem laut, agar siswa mendapatkan perspektif langsung dari pelakunya.
Membangun Rasa Percaya Diri
Keberhasilan metode ini dirasakan langsung oleh para siswa. Putri Nur Aliyah, salah satu peserta, mengaku sempat tegang saat diminta berbicara di depan kelas. Namun, suasana santai yang dibangun membuat ketegangan itu berubah menjadi pengalaman berkesan.
”Belajarnya seperti sambil bermain jadi tidak tegang. Kami belajar materi parts of body dengan cara yang mudah dipahami,” kata Putri. Selain aspek kognitif, kegiatan ini juga mendorong kekompakan dan kerja sama tim antar-siswa dalam setiap permainan edukatif yang diberikan.
Wali kelas 4D, Ustadzah Iin, turut mengapresiasi suasana belajar yang menjadi lebih hidup. Menurutnya, kehadiran pengajar tamu membuat materi yang biasanya dianggap berat menjadi terasa jauh lebih ringan dan tidak membosankan.
Sinergi Madrasah dan Orangtua
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, memandang program Guest Teacher sebagai bentuk sinergi ideal antara lembaga pendidikan dan orangtua murid. Kolaborasi ini dianggap mampu membuka cakrawala siswa melampaui teks di buku pelajaran.
”Anak-anak dapat belajar langsung dari pengalaman nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan membekas,” tutur Ferry.
Langkah yang diambil MI Muhammadiyah 25 Surabaya ini menegaskan tren pendidikan modern yang mulai meninggalkan sekat kaku antara sekolah dan kehidupan sehari-hari. Dengan menghadirkan sosok profesional ke ruang kelas, sekolah berupaya membangun rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi siswa sejak dini untuk menghadapi tantangan masa depan. (Siti Islaha)





