
Surabaya, wartapoint – Memasuki hari kedua Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan) menghadirkan program orientasi yang unik dan edukatif. Sekolah yang berlokasi di Surabaya ini membekali seluruh murid baru kelas I dengan pembelajaran life skill (keterampilan hidup) berupa praktik melipat baju pada Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu orientasi, melainkan sebagai program pembiasaan nyata untuk menumbuhkan karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab pada anak sejak usia dini.
Belajar Mandiri Lewat Cara yang Menyenangkan
Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dan menyenangkan. Para guru kelas terlebih dahulu memberikan contoh visual mengenai cara melipat baju yang benar, rapi, dan mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Setelah menyimak demonstrasi dari guru, seluruh murid baru langsung mempraktikkan keterampilan tersebut menggunakan pakaian mereka masing-masing.
”Meski sebagian anak masih memerlukan arahan dan penyesuaian, mereka tampak sangat antusias mencoba hingga berhasil melipat bajunya sendiri,” ujar salah satu guru pendamping, Afifah Anjaini, S.Pd.
Melalui pendekatan yang hangat, para guru terus memberikan pendampingan serta apresiasi atas setiap usaha yang ditunjukkan oleh siswa. Hal ini terbukti efektif meningkatkan rasa percaya diri anak-anak untuk mulai melakukan berbagai aktivitas secara mandiri.
Komitmen Membentuk Karakter Non-Akademik
Pihak MI Muhammadiyah 28 Surabaya menegaskan bahwa pendidikan yang baik tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga wajib menyentuh ranah pembentukan karakter dan keterampilan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, materi life skill melipat baju ini dipilih sebagai salah satu agenda penting dalam rangkaian MATAMUDA.
Melalui kegiatan sederhana ini, peserta didik diajak untuk:
- Memahami pentingnya kemandirian sejak usia dini.
- Belajar bertanggung jawab terhadap barang-barang pribadi.
- Membangun kebiasaan hidup rapi, bersih, dan teratur.
Melalui orientasi yang komprehensif ini, MIM Dupan berharap seluruh murid baru mampu menerapkan keterampilan yang telah dipelajari sebagai kebiasaan positif, baik saat berada di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Dengan adanya sinergi dan dukungan berkelanjutan antara guru di sekolah serta orang tua di rumah, pembiasaan sederhana ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh dalam mencetak generasi Islami yang berprestasi, mandiri, dan berkarakter kuat sesuai dengan visi utama madrasah. (Tiris/yupan)





