
Surabaya, wartapoint – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya pukul 12:30 WIB melakukan kunjungan silaturahim sekaligus visitasi pembinaan ke SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya Kamis (16/7/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan serta evaluasi strategi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya Dikky Syadqumullah dan Sekretaris Sugeng Purwanto. Kedatangan rombongan disambut Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya Elly Rhodlifah, Wakil Kepala Sekolah Suyono, serta Ketua Panitia SPMB Agus Mulyadi.
Dalam arahannya, Dikky Syadqumullah menegaskan bahwa SPMB merupakan salah satu aspek paling strategis dalam keberlangsungan sekolah. Menurutnya, seluruh elemen sekolah harus memiliki visi yang sama dalam membangun sistem penerimaan peserta didik yang terencana dan berorientasi pada pelayanan. “SPMB adalah jantung utama sekolah. Karena itu, kepanitiaan harus benar-benar diprioritaskan dan dipersiapkan secara matang,” ujarnya.
Ia juga mengibaratkan peserta didik yang telah bergabung sebagai paru-paru sekolah yang harus dijaga dengan pelayanan terbaik.
“Siswa yang sudah ada saat ini adalah paru-paru sekolah. Agar napas sekolah tetap sehat dan lancar, maka mereka harus dijaga melalui pelayanan yang prima, servis yang baik, serta komunikasi yang humanis dengan orang tua,” katanya.
Selain itu, Dikky menekankan pentingnya pemetaan calon peserta didik agar strategi pemasaran sekolah lebih tepat sasaran.
“Promosi tidak boleh dilakukan sekadar menggugurkan kewajiban atau hanya bersifat seremonial. Sekolah harus memiliki mapping yang jelas, mengetahui siapa calon peserta didik yang akan dituju sehingga promosi menjadi efektif,” jelasnya.
Menurutnya, strategi promosi yang terencana akan menentukan keberhasilan sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru.
“Bagaimana promosi sekolah mampu menyerap siswa dalam jumlah optimal merupakan hal yang sangat penting. Strategi harus disusun berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pada aspek pengelolaan keuangan, Dikky mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembiayaan dan mutu pelayanan. “Pembiayaan harus berbanding lurus dengan pelayanan. Apa yang sudah baik dipertahankan, sementara inovasi pelayanan pembelajaran harus terus dikembangkan,” ungkapnya.
Ia juga mendorong sekolah untuk memprioritaskan investasi aset apabila kondisi keuangan memungkinkan.
“Kalau sudah mampu menambah aset, silakan manfaatkan untuk pengembangan aset sekolah. Di Muhammadiyah kita mengenal semangat bottom up, sehingga sekolah harus berlomba-lomba menghadirkan kemajuan melalui berbagai ikhtiar yang baik,” tuturnya.
Di sisi lain, Dikky mengingatkan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran.
“Belanjakan anggaran pada kebutuhan yang benar-benar prioritas. Jika belum mendesak, sebaiknya ditunda karena perjalanan sekolah masih panjang,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas akademik tidak boleh diabaikan karena menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Akademik merupakan bagian penting untuk memperkuat kepercayaan wali murid. Kualitas pembelajaran harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya, Sugeng Purwanto, turut memberikan masukan mengenai pentingnya pengembangan sarana dan prasarana sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan kepada peserta didik dan orang tua.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya Suyono menjelaskan bahwa sekolah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan fasilitas.
“Kami sedang melakukan penambahan aset melalui pembebasan tanah untuk memperluas area sekolah. Selain itu, kami juga menyiapkan ruang tunggu yang lebih nyaman bagi wali murid yang melakukan penjemputan siswa,” jelasnya.
Ketua Panitia SPMB Agus Mulyadi menambahkan bahwa sekolah terus melakukan berbagai pembenahan agar daya tampung peserta didik dapat meningkat tanpa mengurangi kualitas layanan.
“Langkah strategis SPMB terus kami lakukan untuk menambah kapasitas kelas. Sistem kerja kami dibangun dari depan hingga belakang, dari hulu sampai hilir, sehingga seluruh aktivitas berjalan secara dinamis dan saling mendukung,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Dikky Syadqumullah mengajak pimpinan sekolah bersama Tim SPMB untuk melanjutkan pembahasan secara lebih mendalam melalui forum diskusi bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya.
“Kami berharap ada diskusi lanjutan bersama pimpinan sekolah dan Tim SPMB. Melalui forum tersebut kita dapat melakukan pemetaan strategi SPMB secara lebih komprehensif sehingga sekolah memiliki langkah yang terukur dalam meningkatkan mutu layanan dan jumlah peserta didik baru,” pungkasnya.
(Ahmad Mahmudi)





