Antisipasi Kemarau Ekstrem, LAZISMU dan MDMC Jatim Siapkan 3 Juta Liter Air Bersih

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Menghadapi potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino kuat yang diprediksi melanda Jawa Timur hingga awal 2027, Lembaga Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur menyiapkan aksi tanggap darurat. Kedua lembaga ini menargetkan penyaluran bantuan air bersih hingga 3 juta liter bagi daerah-daerah terkonfirmasi terdampak.

​Langkah antisipatif ini merespons data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur. BMKG memprakirakan puncak cuaca panas ekstrem dan periode tanpa hujan berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2026, sementara musim hujan diperkirakan baru turun secara bertahap pada Desember 2026. Kondisi ini memicu ancaman krisis air bersih, gangguan kesehatan, risiko gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) PWM Jatim, M. Rofi’i, MT, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan terukur dari seluruh pihak. Pihaknya telah memetakan wilayah rawan kekeringan kritis yang tersebar di kawasan Tapal Kuda, Mataraman, hingga Kepulauan Madura.

​”Melalui skema One Muhammadiyah One Response (OMOR), relawan MDMC se-Jawa Timur siap berada di garis depan untuk memastikan distribusi logistik, suplai air bersih darurat, serta penanganan potensi kebakaran lahan berjalan cepat dan terkoordinasi,” ujar Rofi’i saat mengarahkan amil LAZISMU se-Jatim via zoom meeting, Senin (28/9/2026).

​Rofi’i menambahkan, rencana aksi ini memprioritaskan kawasan berstatus kekeringan tinggi. Selain penyaluran air darurat, program penanganan mencakup pembuatan sumur dalam untuk infrastruktur jangka panjang serta kampanye edukasi hemat air dan pencegahan karhutla.

​Dari sisi pendanaan dan logistik, perwakilan LAZISMU Jatim, Aditio Yudono, memastikan kesiapan alokasi anggaran darurat dari dana cadangan kesiapsiagaan bencana.

​”Bersama MDMC dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kami menargetkan penyaluran 3 juta liter air bersih untuk masyarakat terdampak sepanjang periode September hingga November 2026,” tegas Aditio di Gedung Kemanusiaan LAZISMU Jatim, Sidoarjo.

​Selain distribusi air, LAZISMU dan MDMC sedang mengkaji efektivitas pembuatan sumur bor dan sistem pipanisasi di beberapa titik rawan. Masyarakat juga diimbau untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan guna menghindari dehidrasi akibat suhu udara yang sangat tinggi.

​Melalui sinergi ini, LAZISMU mengajak seluruh masyarakat dan umat Islam di Jawa Timur untuk bergotong-royong menyalurkan zakat, infak, dan sedekah guna memperluas jangkauan bantuan kemanusiaan tersebut.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article