Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 3, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Wujudkan Sidoarjo ASRI Menuju Adipura 2026, Bank Sampah Sekardangan Raih Penghargaan Pemerintah

Must read

Sidoarjo, wartapoint – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu kesadaran pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui gerakan Sidoarjo ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi menjaga lingkungan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para pegiat lingkungan, termasuk Bank Sampah Kampung Edukasi Sampah RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan.

​Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Pemantapan Implementasi Sidoarjo ASRI Menuju Adipura 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (2/4/2026).

​Komitmen Pemerintah: Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama

​Dalam sambutannya, Dr. Fenny Apridawati menekankan pentingnya optimalisasi Bank Sampah sebagai pilar utama kebersihan lingkungan. Ia berharap pengelolaan sampah bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan menjadi gerakan aksi nyata yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

​”Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kesadaran untuk memilah sampah dari rumah harus menjadi gaya hidup agar volume sampah tidak menumpuk, melainkan dikelola secara produktif,” ujarnya.

​Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada elemen masyarakat yang aktif melakukan edukasi lingkungan demi menyongsong target Adipura 2026.

​Inovasi Bank Sampah RT 23 RW 07 Sekardangan

Puji Rahayu, Direktur Bank Sampah Kampung Edukasi Sampah RT 23 RW 07 Sekardangan, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan ini. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari “Guyub Rukun” warga yang disiplin menyetor sampah kering seperti botol plastik dan kardus ke bank sampah.

​Puji memaparkan 12 Program Unggulan yang dijalankan oleh Bank Sampah Sekardangan, di antaranya:

  1. Pengelolaan sampah kering berbasis masyarakat
  2. Penerapan prinsip 3R ( Reduce, Reuse, Recycle)
  3. Penyetoran sampah organik secara rutin ke bank sampah
  4. Peningkatan program kebersihan lingkungan melalui partisipasi aktif warga
  5. Edukasi ke warga tentang cara memilah sampah kering
  6. Sistem manajemen bank sampah ( pencatatan buku tabungan, administrasi dan pelaporan yang teratur melalui aplikasi digital)
  7. Penerapan sampah yang bernilai ekonomi , ditukar dengan uang
  8. Menyadarkan masyarakat untuk tetap peduli sampah
  9. Pengurangan volume sampah rumah tangga yang berakhir di tong sampah residu
  10. Sebagai penambahan pendapatan bagi masyarakat melalui program bank sampah
  11. Menciptakan perubahan perilaku dan peduli dalam memilah sampah
  12. Menerapkan program sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat luas, dari antar RT, RW sampai antar desa.

​Perubahan Dimulai dari Lingkungan Terkecil

​Senada dengan hal tersebut, Edy Priyanto, tokoh penggagas Kampung Edukasi Sampah, menilai penghargaan ini sebagai bukti bahwa komitmen warga dalam memilah dan mengolah sampah secara mandiri mampu memberikan dampak besar.

​”Ini adalah bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah dan kebiasaan sehari-hari warga,” tegasnya.

​Sementara itu, Ketua RT 23 RW 07 Sekardangan, Andi Hariyadi, menegaskan bahwa fokus utama warga bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan menciptakan hunian yang nyaman dan menyehatkan.

​”Kami ingin sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi membawa kebaikan. Lingkungan yang bersih akan menguatkan kerukunan dan semangat gotong royong warga,” pungkasnya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article