
Surabaya, wartapoint — Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 28 Surabaya menggelar pelatihan intensif bagi seluruh guru dan karyawan di Aula Madrasah, Senin (6/7/2026). Pelatihan bertajuk “Growth Mindset dan Service Excellent: Membangun Kinerja Kepala Madrasah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan (PTK)” ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi sumber daya manusia serta membangun budaya kerja yang adaptif di lingkungan sekolah.
Langkah investasi pada kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan ini dinilai sebagai hal yang mutlak dilakukan demi merespons dinamika dunia pendidikan saat ini. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh kepala madrasah, jajaran guru, hingga tenaga administrasi, sebagai bentuk komitmen kolektif sekolah dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang prima.
Pola pikir bertumbuh sebagai fondasi
Hadir sebagai narasumber utama, Drs. Mohammad Naim, M.Pd., memaparkan bahwa konsep growth mindset atau pola pikir bertumbuh merupakan jangkar penting bagi setiap pendidik dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, individu yang memiliki pola pikir ini akan cenderung melihat perubahan bukan sebagai beban, melainkan sebagai peluang besar untuk berinovasi dan berkolaborasi.
”Kemajuan sebuah madrasah tidak lagi sekadar ditentukan oleh kemegahan sarana dan prasarana fisik, melainkan oleh kualitas sumber daya manusianya yang memiliki etos belajar sepanjang hayat serta kerelaan memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga,” ujar Mohammad Naim.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan dinamis. Para peserta tidak hanya mendengarkan paparan teori, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi diskusi kelompok dan simulasi studi kasus. Mereka saling berbagi pengalaman konkret terkait kendala komunikasi dan operasional harian yang kerap dihadapi di lingkungan madrasah, guna merumuskan solusi bersama.
Transformasi pelayanan prima
Selain penanaman pola pikir, pelatihan ini memberikan penekanan khusus pada implementasi budaya Service Excellent (pelayanan prima). Naim menegaskan bahwa dalam konteks institusi pendidikan modern, pelayanan yang baik saja tidak cukup. Dibutuhkan standar layanan yang ramah, responsif, disiplin, komunikatif, profesional, dan berorientasi pada solusi nyata bagi wali murid serta masyarakat.
Budaya pelayanan unggul ini diproyeksikan menjadi identitas utama MI Muhammadiyah 28 Surabaya. Melalui standardisasi pelayanan tersebut, sekolah optimistis tingkat kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap kredibilitas dan mutu madrasah akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dengan integrasi antara semangat growth mindset dan komitmen terhadap pelayanan prima, institusi pendidikan yang akrab disapa MIM Dupan ini optimistis mampu mewujudkan lingkungan kerja yang inovatif dan produktif. Keselarasan visi ini diharapkan dapat mempermudah langkah madrasah dalam mencetak generasi penerus yang Islami, berprestasi, dan berkarakter kuat sesuai tantangan masa depan. (Tiris Ahmadha/yupan)





