
Surabaya, wartapoint – Guna membangun ekosistem pendidikan yang harmonis dan terintegrasi, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 27 Surabaya menggelar forum Pemaparan Program Madrasah (PPM).
Kegiatan strategis yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, Kamis hingga Sabtu (9-11/7/2026), ini dihadiri secara bergantian oleh para wali murid dari kelas I hingga kelas VI. Agenda utama pertemuan ini adalah menyelaraskan visi pendidikan antara pihak lembaga dengan orang tua siswa memasuki tahun ajaran baru.
Dalam forum interaktif tersebut, manajemen madrasah memaparkan arah kebijakan, struktur kurikulum, serta deretan program unggulan secara sistematis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transparansi publik dan upaya mengenalkan berbagai inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, cerdas, dan terampil.
Orang Tua sebagai Mitra Strategis
Kepala MIM 27 Surabaya, Sixtynna Eka Octaviany, menegaskan bahwa keberhasilan capaian akademis dan pembentukan karakter anak tidak dapat dibebankan hanya pada proses belajar di dalam ruang kelas. Faktor lingkungan rumah memegang peranan yang sama besarnya.
”Kami ingin menegaskan bahwa orang tua adalah mitra utama kami. Tanpa dukungan aktif dan konsistensi pengasuhan dari rumah, upaya yang kami lakukan di sekolah tentu akan kurang optimal,” ujarnya.
Pihak madrasah secara khusus mengajak orang tua untuk lebih terlibat aktif dalam mendampingi anak, mulai dari menciptakan ruang belajar yang kondusif di rumah, memantau penyelesaian tugas sekolah, hingga menanamkan nilai disiplin serta tanggung jawab sejak dini.
Membuka Kanal Komunikasi Transparan
Selain pemaparan program kurikuler dan ekstrakurikuler, sorotan utama dalam pertemuan tiga hari ini adalah penguatan kanal komunikasi antara pihak eksternal (orang tua) dan internal (guru).
MIM 27 berkomitmen membuka saluran komunikasi yang lebih transparan dan responsif. Tujuannya agar setiap dinamika perkembangan maupun kendala yang dihadapi siswa di lapangan dapat didiskusikan secara cepat dan menghasilkan solusi bersama.
”Jangan ragu untuk berdiskusi dengan wali kelas. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mengantarkan kesuksesan anak-anak kita,” ungkap salah satu narasumber madrasah dalam sesi tersebut.
Respons positif ditunjukkan oleh para wali murid melalui antusiasme tinggi selama sesi dialog dua arah. Berbagai pertanyaan seputar metode pembelajaran berbasis fase perkembangan anak hingga optimalisasi minat bakat dibahas secara mendalam.
Melalui komitmen bersama yang terbangun dari forum PPM ini, MIM 27 Surabaya berharap dapat menciptakan sinergi yang solid demi membimbing generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Duki/yupan)





