
Surabaya, wartapoint – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya pada Sabtu (11/7/2026).
Agenda strategis ini diikuti oleh sekitar 250 peserta yang terdiri dari jajaran kepala TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK Muhammadiyah, serta para bendahara dan operator sekolah. Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk menyatukan persepsi sekaligus memperkuat sinergi seluruh satuan pendidikan dalam menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai kesiapan teknis maupun substantif, mulai dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak, kesiapan perangkat pembelajaran, penguatan budaya sekolah, hingga tata kelola anggaran.
Kurikulum Mandiri dan Standar Global
Hadir memberikan arahan langsung, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D. Dalam pemaparannya, Didik menegaskan bahwa Muhammadiyah terus berkomitmen mengawal mutu pendidikan melalui implementasi kurikulum mandiri. Kurikulum ini didesain khusus untuk menjawab tantangan era Society 5.0 dengan menitikberatkan pada penguatan kompetensi siswa.
”Sebagai bentuk implementasi nyata menuju standar global, PP Muhammadiyah telah menerbitkan buku bilingual (dua bahasa) untuk mata pelajaran IPAS dan Matematika,” ujar Didik.
Selain aspek akademik, Didik turut menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti. Ia mengimbau agar gerakan “7 Pembiasaan Anak Indonesia Hebat” terus dipopulerkan dan diimplementasikan secara konsisten di seluruh ekosistem sekolah Muhammadiyah sebagai fondasi utama penguatan karakter peserta didik.
Tata Kelola Akuntabel dan Target Prestasi
Terkait aspek manajerial, sekolah-sekolah Muhammadiyah diinstruksikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara akuntabel dan tepat sasaran melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). Didik mengingatkan bahwa lompatan mutu pendidikan tidak melulu diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari kematangan perencanaan, tata kelola yang bersih, dan komitmen kolektif warga sekolah.
Guna mendongkrak prestasi di ranah kompetisi, PP Muhammadiyah juga mendorong sekolah-sekolah di Surabaya untuk bergabung dalam Program Kelas MIPA yang telah disiapkan secara terpusat. Program khusus ini dirancang untuk menjaring dan membina siswa berbakat agar mampu bersaing di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga kompetisi matematika dan sains tingkat internasional.
Apresiasi dan Evaluasi Penerimaan Siswa Baru
Di sisi lain, apresiasi tinggi diberikan atas capaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di lingkup Kota Surabaya yang mencatatkan tren kenaikan positif. Menurut Didik, pertumbuhan ini menjadi indikator kuatnya kepercayaan publik (public trust) terhadap kualitas pendidikan persyarikatan.
Kendati demikian, bagi sekolah-sekolah yang serapannya belum memenuhi kuota pagu, Didik memberikan motivasi agar manajemen tidak patah arang dan terus melakukan evaluasi.
”Bagi satuan pendidikan yang belum mencapai target, teruslah berikhtiar dengan meningkatkan mutu layanan, memperkuat kolaborasi multisektor, serta terus melahirkan inovasi program,” pungkasnya.
Melalui konsolidasi dalam rapat koordinasi ini, seluruh lini pendidikan Muhammadiyah di Surabaya diharapkan siap menghadirkan tahun ajaran baru yang aman, profesional, berkemajuan, serta berdaya saing di kancah global. (Mursiah/yupan)





