
Surabaya, wartapoint — Unit Kesehatan Sekolah (UKS) MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25) berkolaborasi dengan Puskesmas Sidotopo Wetan menggelar program pendistribusian obat cacing bagi para murid pada Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di masing-masing ruang kelas ini dilaksanakan sebagai langkah preventif menjaga kesehatan anak, sekaligus bentuk persiapan menyambut pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Menjaga Kesehatan Anak sejak Dini
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MIM 25 Surabaya, Rohim Hasanah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran gaya hidup sehat pada anak sejak usia dini. Menurutnya, pencapaian akademik murid harus berbanding lurus dengan kondisi fisik yang prima.
”Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu didukung oleh kondisi kesehatan murid yang terjaga. Sinergi antara madrasah, tenaga kesehatan, dan orang tua menjadi kunci utama pendampingan tumbuh kembang anak,” ujar Rohim.
Sementara itu, Penanggung Jawab UKS MIM 25 Surabaya, Hana, S.Pd., menjelaskan bahwa pemberian obat cacing ini memiliki aturan teknis yang disesuaikan dengan petunjuk medis Puskesmas Sidotopo Wetan, terutama dalam kaitannya dengan jadwal BIAS mendatang.
”Obat cacing diberikan setelah murid makan. Selain itu, pemberiannya harus memperhatikan jeda waktu dengan pelaksanaan imunisasi, yakni minimal 14 hari sebelum atau sesudah imunisasi,” jelas Hana.
Sarana Edukasi dan Sinergi Berkelanjutan
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai tindakan medis pencegahan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa mengenai pentingnya perawatan kesehatan diri.
Uwais, salah seorang murid kelas IV MIM 25, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai manfaat mengonsumsi obat cacing secara teratur untuk menjaga daya tahan tubuh.
Melalui pendistribusian obat cacing dan persiapan BIAS ini, MIM 25 Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama fasilitas kesehatan setempat. Langkah ini sejalan dengan visi madrasah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang unggul secara akademik, berkarakter, dan menunjang tumbuh kembang fisik peserta didik secara optimal. (Siti Islaha)





