SELINCIR, Inovasi SDN Ngaban Ubah Pembelajaran Literasi dan Numerasi Jadi Menyenangkan

Must read

- Advertisement -

Sidoarjo, wartapoint — Kegiatan literasi dan numerasi sering kali dipersepsikan sebagai aktivitas formal yang monoton. Menepis pandangan tersebut, SDN Ngaban di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menghadirkan inovasi pembelajaran bertajuk SELINCIR (Selasa Literasi Numerasi Ceria), Selasa (20/10/2026).

​Melalui program pembiasaan yang digelar setiap hari Selasa ini, sekolah mengajak para siswa mengasah kemampuan membaca, berhitung, serta berpikir kritis dan logis melalui pendekatan belajar sambil bermain.

​Menggabungkan Permainan dan Logika

​Berbeda dari metode konvensional yang berfokus pada pembacaan teks atau penyelesaian soal matematis secara kaku, SELINCIR mengemas aktivitas belajar lewat permainan edukatif dan sesi penyegaran (ice breaking).

​Koordinator Program SELINCIR, Susi Eka Sulistyana, S.Pd., menjelaskan bahwa tema kegiatan dirancang berbeda setiap pekan agar siswa senantiasa antusias. Berbagai aktivitas interaktif yang diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari diterapkan, seperti permainan “Misi Agen Pembaca”, “Detektif Angka”, “Tangkap Buku Teman”, hingga simulasi “Menjadi Kasir”.

​”Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat tumbuh melalui pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berkelanjutan. Karena itu, kami kemas kegiatan literasi dan numerasi menjadi sebuah permainan dengan tema-tema menarik setiap Selasa,” ujar Susi.

​Fondasi Budaya Belajar Sejak Dini

​Kepala SDN Ngaban, Nur Hidayat, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai, penguatan kemampuan dasar membaca dan berhitung memerlukan konsistensi serta pendekatan yang ramah anak.

​”Kemampuan membaca dan berhitung merupakan fondasi penting yang perlu dikembangkan melalui kegiatan pembiasaan yang konsisten dan menggembirakan. Melalui SELINCIR, kami berharap peserta didik tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, berkarakter, dan siap menyambut masa depan,” tutur Nur Hidayat.

​Menghidupkan Suasana Kelas

​Inovasi ini mendapat respons positif dari peserta didik. Amelia Andriani, siswi kelas V SDN Ngaban, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan karena suasana belajar menjadi lebih hidup dan tidak membosankan.

​”Kegiatan literasi di sekolah sangat seru. Kami tidak hanya membaca buku, tetapi juga bermain games dan mengikuti ice breaking yang membuat kami lebih semangat,” kata Amelia.

​Melalui program SELINCIR, SDN Ngaban berupaya membangun budaya belajar positif yang menekankan bahwa proses menuntut ilmu dapat dijalani secara kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article