
Surabaya, wartapoint – Prestasi membanggakan di tingkat internasional berhasil diraih oleh siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa). Para pelajar ini berhasil menembus babak final dalam kompetisi Coding Innovation Challenge (Senior Secondary) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan World Mental Health Day iSYOUTH 2026.
Babak final kompetisi berskala internasional tersebut diselenggarakan pada Minggu (25/10/2026) di Aloft Hotel Pakuwon City, Surabaya.
Kompetisi ini diselenggarakan atas kolaborasi sejumlah lembaga, di antaranya UNICEF, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Al-Azhar. Para peserta ditantang untuk menciptakan solusi teknologi inovatif, khususnya yang berfokus pada isu kesehatan mental generasi muda.
Kembangkan Aplikasi Python untuk Kesehatan Mental
Dalam ajang ini, tim siswa SMK Mudisa merancang sebuah aplikasi berbasis bahasa pemrograman Python bertajuk “Membangun Resiliensi Kesehatan Mental dan Dukungan Sebaya untuk Pelajar SMK MUDISA”.
Aplikasi tersebut dirancang untuk merespons isu kesehatan mental di kalangan remaja, memperkuat daya tahan mental (resilience), serta mendorong sistem dukungan antarteman (peer support) di lingkungan sekolah.
Melalui inovasi ini, para siswa menunjukkan bahwa penguasaan teknologi seperti coding tidak hanya berguna untuk membuat program komputer biasa, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media kepedulian sosial.
Guru pembimbing SMK Mudisa, Gani Nur Utomo, mengapresiasi dedikasi para siswanya hingga mampu bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, pencapaian tersebut diraih berkat latihan intensif dan ketekunan para siswa dalam memecahkan masalah (problem solving).
”Saya sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak hingga sampai di babak final. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, dan pantang menyerah. Perjalanan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan coding sekaligus belajar menciptakan inovasi yang bermanfaat,” ujar Gani.
Dorong Siswa Berinovasi di Tingkat Global
Sementara itu, Kepala SMK Mudisa Irvandy Andriansyah menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian para anak didiknya. Ia menilai keberhasilan ini membuktikan bahwa siswa pendidikan vokasi memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.
”Saya bersyukur dan bangga atas perjuangan anak-anak SMK Mudisa yang berhasil lolos ke babak final kompetisi coding internasional ini. Mereka menunjukkan semangat yang tinggi, ulet, teliti, serta memiliki kemampuan coding dan pemahaman teknologi yang terus berkembang,” tutur Irvandy.
Irvandy berharap para siswa dapat memberikan penampilan terbaik di babak final. Kendati demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan menembus babak final sudah menjadi prestasi tersendiri yang patut diapresiasi.
”Kami mendoakan semoga anak-anak bisa meraih juara pertama. Namun, apa pun hasil akhirnya, berhasil mencapai babak final merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Teruslah belajar, berani mencoba, dan jangan pernah menyerah,” pungkasnya.
Pencapaian ini sejalan dengan komitmen SMK Mudisa untuk mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis (hard skill), tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta keberanian menghadirkan solusi digital bagi masyarakat. (yupan)





