
Nganjuk, wartapoint – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Kelompok 2 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) melaksanakan pengabdian selama 30 hari di RT 01 RW 07, Dusun Ganggang Malang, Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Kehadiran mahasiswa bertujuan membantu kegiatan pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan sosial sekaligus belajar langsung dari kehidupan serta potensi masyarakat desa.
Ketua KKN Kelompok 2 Umsura, Tegar Firmansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh anggota kelompok datang dengan semangat belajar, mengabdi, dan berkolaborasi. Ia menegaskan bahwa mahasiswa membutuhkan arahan warga agar program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.
“Atas nama KKN Kelompok 2, kami memohon izin untuk tinggal dan berkegiatan di sini selama 30 hari. Kami juga memohon arahan, bimbingan, serta masukan dari Bapak dan Ibu warga agar setiap program yang kami jalankan tepat sasaran. Semoga kehadiran kami dapat diterima dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sumengko,” ujar Tegar selaku ketua KKN kelompok 2
Menurut Tegar, program KKN tidak hanya dilaksanakan sebagai kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama. Karena itu, mahasiswa berupaya membangun komunikasi sejak awal, mengikuti kegiatan warga, dan menjalankan setiap program secara gotong royong.
Ketua RT 01 RW 07 Dusun Ganggang Malang, Suyitno, menyambut baik kehadiran mahasiswa.
Ia menilai program mengaji dan pendampingan belajar sangat membantu anak-anak karena sebelumnya belum tersedia kegiatan serupa secara rutin di lingkungan tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN Kelompok 2. Mereka dapat membantu adik-adik mengaji dan belajar, sedangkan sebelumnya kegiatan seperti ini belum ada. Masyarakat juga menerima para mahasiswa dengan sangat baik dan siap mendukung kegiatan yang membawa manfaat,” kata Suyitno.
Selain mengajar dan mendampingi anak-anak mengaji, mahasiswa turut membantu pelayanan posyandu, mengikuti pengajian bersama warga, serta terlibat dalam kegiatan sosial.
Salah satu kegiatan yang diikuti adalah santunan anak yatim yang dilaksanakan bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, warga, dan anak-anak penerima santunan. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Selama berada di Sumengko, mahasiswa juga melihat langsung aktivitas ekonomi masyarakat. Sebagian warga bekerja sebagai petani padi, sementara sebagian lainnya menekuni pembuatan shuttlecock.
Pengamatan tersebut membantu mahasiswa memahami potensi lokal, pola kerja masyarakat, serta peluang pengembangan program yang lebih relevan dengan kondisi desa.
Suyitno berharap mahasiswa menjaga sikap, aktif berkomunikasi, dan mampu menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan selama maupun setelah masa KKN berakhir. Ia juga berharap pendampingan mahasiswa dapat memotivasi anak-anak agar semakin rajin belajar dan mengaji.
Melalui pengabdian selama 30 hari, KKN Kelompok 2 Umsura diharapkan menjadi bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa dan masyarakat.
Mahasiswa memperoleh pengalaman sosial secara langsung, sedangkan warga mendapatkan tambahan tenaga, gagasan, dan pendampingan untuk memperkuat kegiatan pendidikan, keagamaan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan potensi desa.
(Bagas Avicienna)





