Hadiri AKPOLDA IMM Jatim, Senator Lia Istifhama Tekankan Peran Perempuan dan Pemuda Kawal Kebijakan

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, menekankan pentingnya peran strategis perempuan dan pemuda dalam mengawal kebijakan publik serta terjun langsung ke panggung politik.

​Hal tersebut disampaikan wanita yang akrab disapa Ning Lia ini saat hadir sebagai narasumber dalam agenda Akademi Politik Daerah (AKPOLDA) yang diselenggarakan oleh DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur di Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Minggu (18/10/2026).

​Dalam kegiatan yang mengusung tema “Politik Perempuan: Tantangan & Peran Strategis” tersebut, Ning Lia memaparkan sejumlah pandangan terkait isu-isu global yang berdampak langsung pada kaum perempuan, salah satunya aturan larangan penggunaan hijab di Prancis.

​Soroti Kebijakan Diskriminatif Global

​Ning Lia menilai kebijakan larangan berhijab di Prancis sebagai salah satu bentuk diskriminasi yang memicu gelombang kritik serta aksi demonstrasi secara luas, tidak hanya dari kalangan umat Muslim, tetapi juga dari aktivis, masyarakat non-Muslim, hingga politisi perempuan internasional.

​”Pemerintah di Prancis pernah menerapkan aturan berupa larangan berhijab bagi para perempuan yang beragama Islam. Ini sebenarnya merupakan bentuk diskriminasi verbal terhadap HAM,” tegas Ning Lia.

​Berangkat dari isu tersebut, ia mendorong para peserta, khususnya mahasiswi dan kader perempuan IMM, agar tidak ragu serta berani mengambil peran di ranah politik. Menurutnya, melalui saluran politiklah kaum perempuan memiliki ruang untuk menyuarakan aspirasi dan memberikan masukan atas kebijakan yang dinilai diskriminatif.

​”Perempuan dan pemuda jangan takut untuk terjun dan tampil di panggung politik, sebab dari sinilah kebijakan-kebijakan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas akan lahir,” ujarnya.

​Cermati Geopolitik dan Kebangkitan Intelektual

​Selain isu hak perempuan, Senator asal Jawa Timur ini juga mengajak generasi muda untuk terus mencermati dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang dampaknya masih terasa hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

​”Perlu diketahui bahwa dampak geopolitik Iran dan konflik politiknya dengan Amerika hingga kini belum selesai, dan dampaknya dirasakan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia,” jelasnya.

​Sebagai penutup paparan materinya, Ning Lia mengingatkan pentingnya meneladani kejayaan peradaban Islam di masa keemasan. Ia berpesan agar para kader IMM sebagai mahasiswa Islam dapat mewarisi semangat perjuangan para tokoh sejarah yang mengawinkan kekuatan intelektual dengan peran politik untuk kemaslahatan bersama.

​”Banyak sekali tokoh-tokoh Islam di masa keemasan yang berjuang dengan kekayaan intelektualnya dan peran-peran politiknya. Maka sudah sewajarnya bagi organisasi IMM juga ikut berjuang dengan intelektual untuk kemaslahatan umat,” pungkas Ning Lia. (Humanika)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article