Surabaya, wartapoint — Ribuan warga memadati kawasan Taman Cahaya, Kecamatan Pakal, Surabaya, pada Minggu (21/6/2026) pagi. Kehadiran massa yang meluap hingga dari kecamatan tetangga ini dipicu oleh digelarnya aksi sosial “Sego Rongewu” (Nasi Dua Ribu) Episode III Seri ke-28, sebuah gerakan kepedulian berbasis gotong royong yang kali ini berkolaborasi dengan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).
Gerakan yang diinisiasi oleh komunitas Baksos’e Suroboyo ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi makanan murah, tetapi juga bermutasi menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan pelayanan masyarakat terpadu.
Edukasi Sedekah Tanpa Menunggu Kaya
Ketua Baksos’e Suroboyo, Bambang Udi Ukoro, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari gerakan Sego Rongewu adalah memberikan edukasi sosial yang inklusif kepada masyarakat.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa bersedekah melalui Sego Rongewu tidak harus menunggu kita mampu atau kaya terlebih dahulu. Ini adalah ruang bersama untuk memupuk kepedulian dari warga untuk warga,” ujar Bambang.
Uniknya, aksi kali ini juga meluncurkan program inovasi baru bertajuk DOKAR (Dodolan Koyok Pasar). Program ini sengaja dihadirkan untuk memberikan panggung bagi produk-produk UMKM lokal melalui konsep “Gerebek Kampung”, yang menawarkan berbagai kebutuhan dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain pasar murah UMKM, posko terpadu di Taman Cahaya juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Surabaya, serta aksi potong rambut gratis dari komunitas salon setempat.
Kolaborasi Dunia Usaha dan Komunitas
Keberlanjutan aksi sosial ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara komunitas dan sektor privat. PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menjadi salah satu mitra strategis yang secara konsisten menyokong pergerakan ini.
Humas PT Terminal Petikemas Surabaya, Ardiansyah, menyampaikan bahwa TPS menaruh apresiasi setinggi-tingginya terhadap konsistensi Baksos’e Suroboyo dalam mengawal isu ketahanan pangan berbasis komunitas.
”Kegiatan ini sangat luar biasa, karena itu kami hadir memberikan dukungan konkret, terutama dalam membantu akses pangan masyarakat. Pada seri kali ini, kami menyiapkan 200 paket bantuan pangan,” kata Ardiansyah.
Ia menambahkan, komitmen pemenuhan tanggung jawab sosial ini akan terus berlanjut. Pihak TPS telah menjadwalkan dukungan serupa untuk menyasar wilayah Surabaya Barat lainnya, yakni di Kecamatan Lakarsantri pada pekan depan.
Merawat Empati di Level Akar Rumput
Dukungan penuh juga datang dari jajaran birokrasi pemerintahan setempat. Camat Pakal, Fanani, menilai gerakan Sego Rongewu dan DOKAR merupakan wujud nyata dari luhurnya nilai kegotongroyongan yang masih terjaga erat di level akar rumput.
”Ini adalah bentuk empati dan kebersamaan yang nyata untuk warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah Pakal. Kami berharap ke depan item kegiatannya bisa semakin variatif dan jumlah penerima manfaatnya terus meningkat,” tutur Fanani.
Senada dengan Camat, apresiasi juga mengalir kepada Sekretaris Kecamatan Pakal, para lurah, serta perangkat kampung yang sigap memastikan jalannya acara berlangsung tertib dan kondusif. Pemerintah daerah berharap skema kolaborasi antara komunitas, korporasi, tenaga medis, dan birokrasi ini dapat terus diadopsi guna memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat Kota Surabaya. (Dul)





