Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Sunday, June 21, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

FKPT Jatim dan Dai Muhammadiyah Bersinergi Jaga Generasi dari Paparan Radikalisme

Must read

Surabaya, wartapoint – Upaya menjaga generasi muda dari pengaruh paham radikal membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, hingga para dai yang berada di garda terdepan pembinaan masyarakat. Semangat kolaborasi inilah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Aula Mas Mansyur PWM Jawa Timur, Ahad (21/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag, mengajak para dai komunitas Muhammadiyah se-Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dalam mencegah penyebaran paham radikal, khususnya yang kini semakin masif melalui berbagai platform digital.

Menurut Prof Titik, perkembangan teknologi telah mengubah pola penyebaran ideologi radikal. Jika sebelumnya dilakukan melalui pertemuan-pertemuan fisik yang terbatas, kini propaganda dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Karena itu, ia menilai peran dai komunitas menjadi semakin strategis. Selain hadir di tengah masyarakat, para dai juga perlu aktif mengisi ruang digital dengan narasi Islam yang moderat, mencerahkan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Pencegahan radikalisme tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk para dai yang memiliki kedekatan dengan komunitas dan masyarakat akar rumput,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof Titik mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun FKPT Jawa Timur bersama instansi terkait, terdapat 25 anak di 17 kabupaten/kota di Jawa Timur yang terindikasi terpapar paham radikal. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Menurutnya, data tersebut menjadi peringatan bahwa kelompok radikal kini semakin aktif menyasar generasi muda yang memiliki intensitas tinggi dalam menggunakan internet dan media sosial.

“Fakta ini menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang sangat rentan. Karena itu, penguatan literasi digital dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi sangat penting,” jelasnya.

Di hadapan para dai komunitas Muhammadiyah, Prof Titik juga memaparkan sejumlah langkah deteksi dini yang dapat dilakukan untuk mencegah paparan radikalisme di ruang digital. Di antaranya melalui pengamatan terhadap aktivitas media sosial, grup percakapan daring, riwayat pencarian internet, aplikasi yang digunakan, serta jenis konten yang sering diakses.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya deteksi dini harus dilakukan secara bijaksana dan profesional. Fokus utama bukan pada simbol atau istilah tertentu, melainkan pada konten yang mengandung propaganda kebencian, intoleransi, kekerasan, dan ajakan melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

“Yang perlu kita waspadai adalah narasi yang mendorong permusuhan, menolak keberagaman, serta mengajak pada tindakan kekerasan. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof Titik mengajak para dai Muhammadiyah untuk menjadi mitra strategis dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Melalui pendekatan dakwah yang ramah, dialogis, dan berkelanjutan, para dai dinilai memiliki posisi penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang berkembang di ruang digital.

Menurutnya, dakwah yang mencerahkan bukan hanya mengajarkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menanamkan sikap toleran, cinta tanah air, menghargai perbedaan, dan kemampuan bermedia secara sehat dan bertanggung jawab.

Rakorwil LDK PWM Jawa Timur ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara FKPT Jawa Timur dan para dai Muhammadiyah dalam menjaga harmoni sosial serta melindungi generasi muda dari paparan ideologi yang dapat mengancam persatuan bangsa. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan ruang digital dapat menjadi sarana edukasi, dakwah, dan penyebaran nilai-nilai kebaikan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article