
Surabaya, wartapoint – Sebanyak 30 penggerak dari berbagai unsur SD Muhammadiyah 16 Surabaya duduk bersama untuk menyatukan langkah menghadapi tantangan pendidikan yang terus berubah. Mereka terdiri atas pimpinan, kepala urusan dan sekretaris, Lighthouse, serta Koordinator Kelas yang mengikuti Rapat Koordinasi di Hotel Reyz UMM, 28–29 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam pengelolaan sekolah. Masing-masing unsur membawa laporan, pengalaman, dan evaluasi yang kemudian dibahas bersama.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., mengatakan kekuatan sekolah terletak pada kemampuan setiap unsur untuk bergerak dalam satu arah.
“Terima kasih banyak kepada seluruh peserta dari berbagai unsur pimpinan,” ujar Ely saat memberikan sambutan.
Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk membicarakan program, tetapi juga memperkuat konsolidasi antarbagian.
“Rapat koordinasi ini menjadi sarana konsolidasi, evaluasi, dan mengintegrasikan program dari tiap unsur pimpinan,” katanya.
Menurut Ely, integrasi menjadi penting karena setiap bagian memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Ketika seluruh unsur saling berkoordinasi, program sekolah diharapkan dapat berjalan lebih terarah.
“Yang kita bangun bukan hanya program, tetapi juga komunikasi dan kolaborasi. Dengan begitu, setiap unsur dapat saling menguatkan,” ungkapnya.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Drs. H. Ahmad Zaini, yang hadir dalam pembukaan, memberikan apresiasi terhadap perkembangan SD Muhammadiyah 16 Surabaya.
“Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya adalah sekolah yang terus berkembang. Terima kasih banyak kepada pimpinan dan seluruh guru dan karyawan,” tuturnya.
Zaini menilai keberanian sekolah untuk terus berinovasi menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi perubahan pendidikan.
“Saya sangat mengapresiasi kepada sekolah yang selalu berinovasi untuk transformasi pendidikan yang lebih baik,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak berhenti melakukan pembaruan hanya karena telah mencapai sejumlah keberhasilan.
“Jangan pernah merasa puas, karena kreatif itu selalu berkembang,” tegas Zaini.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bagi 30 peserta yang hadir agar terus menjaga semangat inovasi dalam menjalankan perannya masing-masing.
Rangkaian pembukaan dimulai tepat pukul 19.00 WIB setelah peserta melaksanakan salat Maghrib berjamaah dan makan malam. Bertempat di ruang meeting room, Fahmi Muqoddas, S.Pd., membuka acara dengan penuh semangat.
Setelah agenda pembukaan selesai, forum berlanjut pada laporan masing-masing Koordinator Kelas. Laporan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari peserta lain.
Diskusi berlangsung hangat karena setiap peserta memiliki pengalaman yang berbeda. Persoalan yang muncul di kelas menjadi bahan refleksi bersama, sementara masukan dari unsur lain menjadi pertimbangan untuk perbaikan program.
Selain laporan Koordinator Kelas, perkembangan perpustakaan juga menjadi bagian dari pembahasan. Pustakawan SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Assabaniyah, A.Md., menyampaikan perkembangan layanan perpustakaan sekolah.
Nia, sapaan akrabnya, menempatkan perpustakaan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun budaya literasi.
“Kami terus meningkatkan layanan di perpustakaan. Karena membangun literasi adalah membangun peradaban,” ujarnya.
Bagi SD Muhammadiyah 16 Surabaya, keterlibatan berbagai unsur dalam satu forum menjadi bagian dari proses membangun sekolah secara bersama-sama. Pimpinan, Lighthouse, kepala urusan, sekretaris, hingga Koordinator Kelas memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan memberikan tanggapan.
Rakor tersebut pun menjadi lebih dari sekadar agenda koordinasi. Forum dua hari itu menjadi momentum untuk menyatukan kembali visi, mengevaluasi perjalanan program, dan menyiapkan langkah bersama agar Sekolah Kreatif terus tumbuh menghadapi kebutuhan pendidikan masa depan.
(Ahmad Mahmudi)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah #sekolah





