
Mojokerto, wartapoint – Suasana sejuk lereng Pegunungan Penanggungan di Obis Camp, Trawas, Mojokerto, menjadi saksi riuhnya ratusan siswa kelas 10 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX). Selama beberapa hari, para siswa tidak hanya diajak keluar dari rutinitas ruang kelas, tetapi juga menyelami petualangan belajar terbuka dalam agenda Kegiatan Tengah Semester (KTS).
Bukan sekadar rekreasi outdoor biasa, KTS kali ini dirancang khusus untuk menempa kepribadian siswa melalui internalisasi nilai utama sekolah, yakni Karakter 5P:
- Peran Pribadi Mandiri
- Peran kepada Keluarga
- Peran kepada Masyarakat
- Peran kepada Lingkungan
- Peran sebagai Hamba Allah
Bangun Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial
Rangkaian kegiatan diawali dengan dinamika kelompok dan outbound. Di atas hamparan rumput hijau, para peserta ditantang melintasi berbagai wahana yang menguji ketangkasan fisik sekaligus membangun rasa percaya antarsesama. Gelak tawa dan sorak pemantik semangat mewarnai petualangan mereka saat belajar memecahkan masalah bersama.
Usai melatih jiwa kepemimpinan dan kemandirian, kepekaan sosial para siswa diuji secara langsung. Rombongan siswa menyusuri perkampungan di sekitar Obis Camp untuk membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu. Senyum hangat warga yang menyambut kehadiran mereka menjadi lembar pembelajaran nyata tentang pentingnya arti berbagi.
Jaga Ekosistem dan Refleksi Diri
Selesai berinteraksi dengan masyarakat, perhatian bergeser pada kelestarian alam sekitar. Para siswa dibekali wawasan mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan serta langkah-langkah konkret pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pembelajaran interaktif ini menanamkan kesadaran mendalam akan tanggung jawab manusia sebagai penjaga bumi.
Rangkaian KTS mencapai puncaknya tatkala malam merambat makin larut. Di bawah pendar bintang dan keheningan Trawas, seluruh peserta berkumpul dalam kekhusyukan agenda muhasabah diri. Sesi perenungan ini menjadi momen spiritual bagi para siswa untuk merefleksikan perjalanan hidup, menyadari kekurangan diri, serta memperkuat komitmen sebagai hamba Allah SWT.
Pesan Nilai dan Kesan Peserta
Ketua Panitia KTS, Ustadzah Ilma Akhsanan, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara memang disusun agar nilai-nilai pembentukan karakter dapat dihayati secara utuh dan alami.
“Melalui KTS di Obis Camp ini, kami ingin memastikan bahwa proses belajar anak-anak tidak terbatas pada dinding ruang kelas semata. Seluruh agenda dirancang untuk menginternalisasi nilai Karakter 5P SMAMX secara nyata. Kami berharap sekembalinya dari Trawas, para siswa tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, makin kompak berkolaborasi, peka terhadap sesama, peduli pada lingkungan, serta semakin kokoh ketakwaannya,” ujar Ustadzah Ilma.
Pengalaman berkesan tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang perwakilan siswa kelas 10 mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari setiap sesi KTS.
“Kegiatannya benar-benar seru dan berkesan. Di outbound kami belajar betapa pentingnya saling percaya dan bekerja sama. Namun yang paling menyentuh buat saya pribadi adalah saat bakti sosial ke rumah warga sekitar. Kami jadi belajar bersyukur dan menyadari bahwa keberadaan kami harus bisa membawa manfaat nyata untuk orang lain,” tuturnya.
Apresiasi dari Warga Sekitar
Aksi nyata para siswa SMAMX ini pun mendapat apresiasi hangat dari warga setempat. Salah seorang warga penerima manfaat bakti sosial menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian para siswa.
“Kami sangat berterima kasih dan merasa tersentuh atas perhatian dari anak-anak SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Bantuan sembako ini sangat berarti bagi keluarga kami. Anak-anaknya santun, ramah, dan mau menyapa warga kecil seperti kami. Semoga sekolah ini terus mencetak murid-murid yang berakhlak mulia dan sukses masa depannya,” ungkap warga tersebut.





